Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Mikrotik. Show all posts
Monday, December 10, 2012
Cara Membagi Bandwidth Secara Otomatis Pada Mikrotik Router
Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz, analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz.
Bandwidth (lebarpita) dalam ilmu computer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi. Dihitung dalam satuan bits per seconds (bit per detik). Perhatikan bahwa bandwidth yang tertera komunikasi nirkabel, modem transmisi data, komunikasi digital, elektronik, dll, adalah bandwidth yang mengacu pada sinyal analog yang diukur dalam satuan hertz (makna asli dari istilah tersebut) yang lebih tepat ditulis bitrate daripada bits per second.
Dalam dunia web hosting, bandwidth capacity (kapasitas lebarpita) diartikan sebagai nilai maksimum besaran transfer data (tulisan, gambar, video, suara, dan lainnya) yang terjadi antara server hosting dengan komputer klien dalam suatu periode tertentu. Contohnya 5 GB per bulan, yang artinya besaran maksimal transfer data yang bisa dilakukan oleh seluruh klien adalah 5 GB, jika bandwidth habis maka website tidak dapat dibuka sampai dengan bulan baru. Semakin banyak fitur di dalam website seperti gambar, video, suara, dan lainnya, maka semakin banyak bandwidth yang akan terpakai.(Wikipedia)
Diatas telah dijelas sedikit tentang Bandwidth yang saya petik dari situs wikipedia, nah sekarang saatnya kita coba bahasa tentang cara membagi bandwidth secara otomatis di mikrotik mudah mudah bisa membantu temen temen dalam manajemen bandwidth supaya setiap client mendapat mutan secara adil, berikut CLI dalam mikrotiknya:
/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.3.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=users-con===>>192.168.3.1 adalah ip jaringan local anda maka anda ganti 192.168.3.0/24
/ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet new-packet-mark=users chain=forward
/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address
/queue tree add parent=LAN queue=pcq-download packet-mark=users ==>> pada huruf yang berwarna biru sesuai dengan nama dari ethernet yang dijadikan localnya, dalam artian bahwa jika nama dari ether lokal ada adalah "local" maka ganti kata LAN dengan local
/queue tree add parent=Internet queue=pcq-upload packet-mark=users ==>> pada huruf yang berwarna merah sesuai dengan nama dari ethernet yang dihubungkan kemodem internet anda, dalam artian bahwa jika nama dari ethernet yang dihubungkan ke modem adalah "public" maka ganti kata Internet dengan public
copy dulu aja ke nopade baru pastekan di New Terminal di winbox anda
nah demikian sedikit infromasi tentang bagaimana cara membagi Bandwidth Secara Otomatis semoga bermanfaat bagai pembaca, dan jika emang ada kekurang mohon masukanya.. terimakasih :-))
Tuesday, November 27, 2012
Cara Setting Web Proxy MikroTIK

- Untuk menjaga mesin di balik anonim (terutama untuk security).[1]meningkatkan akses ke sumber (menggunakan caching).
- Web proxy biasanya digunakan untuk cache halaman internet dari server web. [2]mnerapkan aturan akses terhadap internet atau isinya, e.g. to block undesired sites.
- Untuk penggunaan log / audit, yaitu untuk menyediakan karyawan perusahaan pelaporan penggunaan Internet.
- Untuk melewati kontrol keamanan/ parental. memindai perpindahan konten bila terdapat malware sebelumya.
- Untuk memindai konten outbound, misalnya untuk perlindungan data dari kebocoran.
- Untuk menghindari pembatasan regional.(Wikipedia)
- Melalui koneksi Console/CLI
- Melalui Software WinBox dan mengakses MikroTik RouterOS secara SSH.
Kali ini saya akan mencoba share untuk yang melalui Console/CLI, entah CLInya komputer MikroTik RouterOS maupun yang telah di-SSH melalui winbox. Ada 3 tahapan utama yang harus dilakukan :
1. Konfigurasi Web Proxyy
[admin@BlueSoft] > ip web-proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set enabled=yes ==> untuk membuat ip web proxy aktif
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set src-address=0.0.0.0 ==> address yang akan digunakan untuk koneksi ke parent proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set port=8080 ==> membuat port untuk web proxy [admin@BlueSoft] ip web-proxy> set hostname= admin [bisa diganti] ==> hostname dari web proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set transparent-proxy=yes ==> meng-enable-kan proxy secara transparant
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set parent-proxy=0.0.0.0:0 ==> address dari parent proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set cache-administrator=blue.sofware@yahoo.com (isi dengan alamat email) ==> email administrator/maintainer, apabila proxy error, status akan dikirim ke email ini.
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-object-size=4096KiB ==> ukuran maksimal file yang akan disimpan sebagai cache (4096KiB adalah default )
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set cache-drive=system ==> posisi dimana cache akan disimpan
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-cache-size=unlimited ==> ukuran maksimal hardisk yang akan dipakai sebagai penyimpan file cache
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-ram-cache-size=unlimited ==> maksimal ram yang digunakan untuk menyimpan cache
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set enabled=yes ==> untuk membuat ip web proxy aktif
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set src-address=0.0.0.0 ==> address yang akan digunakan untuk koneksi ke parent proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set port=8080 ==> membuat port untuk web proxy [admin@BlueSoft] ip web-proxy> set hostname= admin [bisa diganti] ==> hostname dari web proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set transparent-proxy=yes ==> meng-enable-kan proxy secara transparant
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set parent-proxy=0.0.0.0:0 ==> address dari parent proxy
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set cache-administrator=blue.sofware@yahoo.com (isi dengan alamat email) ==> email administrator/maintainer, apabila proxy error, status akan dikirim ke email ini.
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-object-size=4096KiB ==> ukuran maksimal file yang akan disimpan sebagai cache (4096KiB adalah default )
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set cache-drive=system ==> posisi dimana cache akan disimpan
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-cache-size=unlimited ==> ukuran maksimal hardisk yang akan dipakai sebagai penyimpan file cache
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> set max-ram-cache-size=unlimited ==> maksimal ram yang digunakan untuk menyimpan cache
2. Konfigurasi NAT-Redirect
Setelah setting dari web proxy selesai, sekarang kita mencoba membelokkan traffic http ke arah web proxy atau dengan kata lain akan memaksa akses yang keluar untuk memasuki web proxy kita dahulu. Port yang perlu dibelokkan biasanya 80,3128 dan 8080. Konfigurasinya :
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> /ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080 ==> akan meredirect port 80 ke 8080 (portnya web proxy)
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> /ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080 ==> akan meredirect port 3128 ke 8080 (portnya web proxy)
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> /ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8080 action=redirect to-ports=8080 ==> akan meredirect port 3128 ke 8080 (portnya web proxy)
3. Blok Situs
Dari tahap di atas telah di lakukan proses settingan web-proxy kita dah sudah bisa digunakan dan berikutnya Bagaimana proses konfigurasi untuk blok sebuah situs yang menurut kita layak untuk di blok, biasanya situs situs yang berbau sarah dan saruh contohnya sbb:
[admin@BlueSoft] ip web-proxy> access add url=blue.com method=any action=deny
Dari CLI diatas digunakan untuk mengblokir situ blue.com, jika kita akses lewat web brose dan menuliskan alamat situs tersebut akan ada informasi bahwa situs tersebut tidak bisa dibuka silakan hubungi admin, kalau masih bisa terbuka berarti konfigurasi kita ada yang salah, silakan di-trace di mana kesalahan kita.
| Tampilan Situs Terblok |
Download: Tutotial Mikrotik
Saturday, November 24, 2012
Cara Setting Mikrotik 2 ISP 1 LAN Router (Load Balance)
Artikel ini sedikitpun tidak saya rubah atau saya tambai sekedar share dengan pembaca untuk lebih cepat tersebarnya satu informasi, tampa panjang lebar saya shere dari hasil googling saya sbb:
Load balance pada mikrotik adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.
Selama ini banyak dari kita yang beranggapan salah, bahwa dengan menggunakan loadbalance dua jalur koneksi , maka besar bandwidth yang akan kita dapatkan menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan loadbalance (akumulasi dari kedua bandwidth tersebut). Hal ini perlu kita perjelas dahulu, bahwa loadbalance tidak akan menambah besar bandwidth yang kita peroleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara seimbang.
Dengan artikel ini, kita akan membuktikan bahwa dalam penggunaan loadbalancing tidak seperti rumus matematika 512 + 256 = 768, akan tetapi 512 + 256 = 512 + 256, atau 512 + 256 = 256 + 256 + 256.
Pada artikel ini kami menggunakan RB433UAH dengan kondisi sebagai berikut :
- Ether1 dan Ether2 terhubung pada ISP yang berbeda dengan besar bandwdith yang berbeda. ISP1 sebesar 512kbps dan ISP2 sebesar 256kbps.
- Kita akan menggunakan web-proxy internal dan menggunakan openDNS.
- Mikrotik RouterOS anda menggunakan versi 4.5 karena fitur PCC mulai dikenal pada versi 3.24.
Jika pada kondisi diatas berbeda dengan kondisi jaringan ditempat anda, maka konfigurasi yang akan kita jabarkan disini harus anda sesuaikan dengan konfigurasi untuk jaringan ditempat anda.
Konfigurasi Dasar
Berikut ini adalah Topologi Jaringan dan IP address yang akan kita gunakan
| /ip address add address=192.168.101.2/30 interface=ether1 add address=192.168.102.2/30 interface=ether2 add address=10.10.10.1/24 interface=wlan2 /ip dns set allow-remote-requests=yes primary-dns=208.67.222.222 secondary-dns=208.67.220.220 |
Untuk koneksi client, kita menggunakan koneksi wireless pada wlan2 dengan range IP client 10.10.10.2 s/d 10.10.10.254 netmask 255.255.255.0, dimana IP 10.10.10.1 yang dipasangkan pada wlan2 berfungsi sebagai gateway dan dns server dari client. Jika anda menggunakan DNS dari salah satu isp anda, maka akan ada tambahan mangle yang akan kami berikan tanda tebal
Setelah pengkonfigurasian IP dan DNS sudah benar, kita harus memasangkan default route ke masing-masing IP gateway ISP kita agar router meneruskan semua trafik yang tidak terhubung padanya ke gateway tersebut. Disini kita menggunakan fitur check-gateway berguna jika salah satu gateway kita putus, maka koneksi akan dibelokkan ke gateway lainnya.
| /ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 distance=1 check-gateway=ping add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 distance=2 check-gateway=ping |
Untuk pengaturan Access Point sehingga PC client dapat terhubung dengan wireless kita, kita menggunakan perintah
| /interface wireless set wlan2 mode=ap-bridge band=2.4ghz-b/g ssid=Mikrotik disabled=no |
Agar pc client dapat melakukan koneksi ke internet, kita juga harus merubah IP privat client ke IP publik yang ada di interface publik kita yaitu ether1 dan ether2.
| /ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1 add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2 |
Sampai langkah ini, router dan pc client sudah dapat melakukan koneksi internet. Lakukan ping baik dari router ataupun pc client ke internet. Jika belum berhasil, cek sekali lagi konfigurasi anda.
Webproxy Internal
Pada routerboard tertentu, seperti RB450G, RB433AH, RB433UAH, RB800 dan RB1100 mempunyai expansion slot (USB, MicroSD, CompactFlash) untuk storage tambahan. Pada contoh berikut, kita akan menggunakan usb flashdisk yang dipasangkan pada slot USB. Untuk pertama kali pemasangan, storage tambahan ini akan terbaca statusnya invalid di /system store. Agar dapat digunakan sebagai media penyimpan cache, maka storage harus diformat dahulu dan diaktifkan Nantinya kita tinggal mengaktifkan webproxy dan set cache-on-disk=yes untuk menggunakan media storage kita. Jangan lupa untuk membelokkan trafik HTTP (tcp port 80) kedalam webproxy kita.
| /store disk format-drive usb1 /store add disk=usb1 name=cache-usb type=web-proxy activate cache-usb /ip proxy set cache-on-disk=yes enabled=yes max-cache-size=200000KiB port=8080 /ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 in-interface=wlan2 action=redirect to-ports=8080 |
Pengaturan Mangle
Pada loadbalancing kali ini kita akan menggunakan fitur yang disebut PCC (Per Connection Classifier). Dengan PCC kita bisa mengelompokan trafik koneksi yang melalui atau keluar masuk router menjadi beberapa kelompok. Pengelompokan ini bisa dibedakan berdasarkan src-address, dst-address, src-port dan atau dst-port. Router akan mengingat-ingat jalur gateway yang dilewati diawal trafik koneksi, sehingga pada paket-paket selanjutnya yang masih berkaitan dengan koneksi awalnya akan dilewatkan pada jalur gateway yang sama juga. Kelebihan dari PCC ini yang menjawab banyaknya keluhan sering putusnya koneksi pada teknik loadbalancing lainnya sebelum adanya PCC karena perpindahan gateway..
Sebelum membuat mangle loadbalance, untuk mencegah terjadinya loop routing pada trafik, maka semua trafik client yang menuju network yang terhubung langsung dengan router, harus kita bypass dari loadbalancing. Kita bisa membuat daftar IP yang masih dalam satu network router dan memasang mangle pertama kali sebagai berikut
| /ip firewall address-list add address=192.168.101.0/30 list=lokal add address=192.168.102.0/30 list=lokal add address=10.10.10.0/24 list=lokal /ip firewall mangle add action=accept chain=prerouting dst-address-list=lokal in-interface=wlan2 comment=�trafik lokal� add action=accept chain=output dst-address-list=lokal |
Pada kasus tertentu, trafik pertama bisa berasal dari Internet, seperti penggunaan remote winbox atau telnet dari internet dan sebagainya, oleh karena itu kita juga memerlukan mark-connection untuk menandai trafik tersebut agar trafik baliknya juga bisa melewati interface dimana trafik itu masuk
| /ip firewall mangle add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark in-interface=ether1 new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes comment=�trafik dari isp1� add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark in-interface=ether2 new-connection-mark=con-from-isp2 passthrough=yes comment=�trafik dari isp2� |
Umumnya, sebuah ISP akan membatasi akses DNS servernya dari IP yang hanya dikenalnya, jadi jika anda menggunakan DNS dari salah satu ISP anda, anda harus menambahkan mangle agar trafik DNS tersebut melalui gateway ISP yang bersangkutan bukan melalui gateway ISP lainnya. Disini kami berikan mangle DNS ISP1 yang melalui gateway ISP1. Jika anda menggunakan publik DNS independent, seperti opendns, anda tidak memerlukan mangle dibawah ini.
| /ip firewall mangle add action=mark-connection chain=output comment=dns dst-address=202.65.112.21 dst-port=53 new-connection-mark=dns passthrough=yes protocol=tcp comment=�trafik DNS citra.net.id� add action=mark-connection chain=output dst-address=202.65.112.21 dst-port=53 new-connection-mark=dns passthrough=yes protocol=udp add action=mark-routing chain=output connection-mark=dns new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no |
Karena kita menggunakan webproxy pada router, maka trafik yang perlu kita loadbalance ada 2 jenis. Yang pertama adalah trafik dari client menuju internet (non HTTP), dan trafik dari webproxy menuju internet. Agar lebih terstruktur dan mudah dalam pembacaannya, kita akan menggunakan custom-chain sebagai berikut :
| /ip firewall mangle add action=jump chain=prerouting comment=�lompat ke client-lb� connection-mark=no-mark in-interface=wlan2 jump-target=client-lb add action=jump chain=output comment=�lompat ke lb-proxy� connection-mark=no-mark out-interface=!wlan2 jump-target=lb-proxy |
Pada mangle diatas, untuk trafik loadbalance client pastikan parameter in-interface adalah interface yang terhubung dengan client, dan untuk trafik loadbalance webproxy, kita menggunakan chain output dengan parameter out-interface yang bukan terhubung ke interface client. Setelah custom chain untuk loadbalancing dibuat, kita bisa membuat mangle di custom chain tersebut sebagai berikut
| /ip firewall mangle add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/0 comment=�awal loadbalancing klien� add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/1 add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp2 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/2 add action=return chain=client-lb comment=�akhir dari loadbalancing� /ip firewall mangle add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/0 comment=�awal load balancing proxy� add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/1 add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp2 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/2 add action=return chain=lb-proxy comment=�akhir dari loadbalancing� |
Untuk contoh diatas, pada loadbalancing client dan webproxy menggunakan parameter pemisahan trafik pcc yang sama, yaitu both-address, sehingga router akan mengingat-ingat berdasarkan src-address dan dst-address dari sebuah koneksi. Karena trafik ISP kita yang berbeda (512kbps dan 256kbps), kita membagi beban trafiknya menjadi 3 bagian. 2 bagian pertama akan melewati gateway ISP1, dan 1 bagian terakhir akan melewati gateway ISP2. Jika masing-masing trafik dari client dan proxy sudah ditandai, langkah berikutnya kita tinggal membuat mangle mark-route yang akan digunakan dalam proses routing nantinya
| /ip firewall mangle add action=jump chain=prerouting comment=�marking route client� connection-mark=!no-mark in-interface=wlan2 jump-target=route-client add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=to-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=to-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 passthrough=no add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=con-from-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=con-from-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 passthrough=no add action=return chain=route-client disabled=no /ip firewall mangle add action=mark-routing chain=output comment=�marking route proxy� connection-mark=con-from-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 out-interface=!wlan2 passthrough=no add action=mark-routing chain=output connection-mark=con-from-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 out-interface=!wlan2 passthrough=no |
Pengaturan Routing
Pengaturan mangle diatas tidak akan berguna jika anda belum membuat routing berdasar mark-route yang sudah kita buat. Disini kita juga akan membuat routing backup, sehingga apabila sebuah gateway terputus, maka semua koneksi akan melewati gateway yang masing terhubung
| /ip route add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 routing-mark=route-to-isp1 distance=1 add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 routing-mark=route-to-isp1 distance=2 add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 routing-mark=route-to-isp2 distance=1 add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 routing-mark=route-to-isp2 distance=2 |
Pengujian
Dari hasil pengujian kami, didapatkan sebagai berikut
Dari gambar terlihat, bahwa hanya dengan melakukan 1 file download (1 koneksi), kita hanya mendapatkan speed 56kBps (448kbps) karena pada saat itu melewati gateway ISP1, sedangkan jika kita mendownload file (membuka koneksi baru) lagi pada web lain, akan mendapatkan 30kBps (240kbps). Dari pengujian ini terlihat dapat disimpulkan bahwa
512kbps + 256kbps ? 768kbps
Catatan :
- Loadbalancing menggunakan teknik pcc ini akan berjalan efektif dan mendekati seimbang jika semakin banyak koneksi (dari client) yang terjadi.
- Gunakan ISP yang memiliki bandwith FIX bukan Share untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
- Load Balance menggunakan PCC ini bukan selamanya dan sepenuhnya sebuah solusi yang pasti berhasil baik di semua jenis network, karena proses penyeimbangan dari traffic adalah berdasarkan logika probabilitas.
SUMBER : Pujo Dewobroto (Mikrotik.co.id)
Sunday, November 18, 2012
Setting Routing Information Protocol (RIP) di MikroTIK
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).(Wikipedia)
Dari pengertian RIP diatas mudah mudahan memberi satu informasi dasar sebelum kita setting RIP di MikroTIK yang akan kita coba bedah sedikit di postingan ini. Tampa mengulur waktu marik sedikit kita simak setting RIP di mikrotik, sebelumnya mohon saran jika emang masih ada yang kurang di postingan ini:
Dynamic routing menggunakan protocol-protokol informasi special guna secara otomatis mengupdate tabel routing dengan rute-rute yang sudah diketahui per router. Protocol-protokol ini dikelompokkan berdasarkan apakah mereka berupa IGP (Interior Gateway Protocol) atau EGP (Exterior Gateway Protocol). IGP digunakan untuk mendistibusikan informasi routing dalam sebuah autonomous system (AS), contohnya protocol RIP dan OSPF. Sedangkan EGP digunakan oleh inter-AS routing, dengan demikian masing-masing AS dapat saling mengenal satu sama lainnya, contohnya protocol EGP dan BGP.
| Topologi yang digunakan |
Pada Router LAN (GATEWAY)
Pada konsol, ketikkan :
ip address add address=202.10.10.2/24 interface=ether2 <enter>
ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether1 <enter>
1.2 Pada Router R2
Pada konsol, ketikkan :
ip address add address=202.10.10.1/24 interface=ether1 <enter>
ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2 <enter>
1.3 Pada Client 1 (laptop sebelah kiri pada gambar)
IP address = 10.10.10.2
Netmask = 255.255.255.0
Gateway = 10.10.10.1
Masuk command promt, lalu ping ke alamat 202.20.20.1
Ping 202.20.20.1 <enter>
| Pengujian koneksi sebelum menggunakan RIP pada ROUTER dari Cient |
Keadaan ini disebabkan karena jaringan lokal kita tidak dapat berkomunikasi dengan jaringan luar bila alamat jaringan lokal kita tidak ada pada tabel routing router jaringan seberang, maka komunikasi antara kedua host tidak akan terjadi.
- Router(R1)
Pada konsol router, masukanlah konfigurasi RIP dengan mengetikkan perintah dibawah ini pada konsol,
Routing rip interface add interface=ether2
Routing rip neighbor add address=202.10.10.0
Routing rip network add address=0.0.0.0/0
| Tabel routing R1 setelah RIP |
- Router(R2)
Routing rip interface add interface=ether1
Routing rip neighbor add address=202.10.10.0
Routing rip network add address=0.0.0.0/0
| Tabel routing R2 setelah RIP |
4. Pengujian koneksi setelah menggunakan RIP
- Pada Client1
ping 202.20.20.1 <enter>
| Pengujian koneksi setelah menggunakan RIP |
Traceroute 20.20.20.1
Tracert 20.20.20.1 <enter>
| Koneksi RIP telah sukses dengan baik |
KESIMPULAN
Ketika jumlah network yang dipegang seorang admin sangat banyak. Sangat tidak efektif bila pengisian table routing dilakukan secara static, pengisian table routing secara dinamik sangat efektif bila jumlah network yang dihubungkan sangat banyak dan konfigurasi dinamik routing sangat mudah dan tidak butuh waktu lama untuk konfigurasi, yang terpenting dalam pengkonfigurasian dinamik routing adalah, protocol yang digunakan dikedua belah pihak (Router satu dengan yang lain) harus sama.
Met mencoba moga sukses selalu :-)
Thanks:idobzole32onthenet.wordpress.com
Wednesday, November 7, 2012
Manajemen Bandwidth Dengan Mikrotik
QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software untuk memanagement bandwidth.
Bentuk perintah konfigurasi:
queue simple add name={ nama }
target-addresses={ ip address yang dituju }
interface={ interface yang digunakan untuk melewati data }
max-limit={ out/in }
Dibawah ini terdapat konfigurasi Trafik shaping atau bandwidth management dengan metode Simple Queue, sesuai namanya, Jenis Queue ini memang sederhana, namun memiliki kelemahan, kadangkala terjadi kebocoran bandwidth atau bandwidthnya tidak secara real di monitor. Pemakaian untuk 10 Client, Queue jenis ini tidak masalah.
Diasumsikan Client ada sebanyak 15 client, dan masing-masing client diberi jatah bandwidth minimum sebanyak 8kbps, dan maksimum 48kbps. Sedangkan Bandwidth totalnya sebanyak 192kbps. Untuk upstream tidak diberi rule, berarti masing-masing client dapat menggunakan bandwidth uptream secara maksimum. Perhatikan perintah priority, range priority di Mikrotik sebanyak delapan. Berarti dari 1 sampai 8, priority 1 adalah priority tertinggi, sedangkan priority 8 merupakan priority terendah.
Berikut Contoh kongirufasinya.
/ queue simple
add name=�trafikshaping� target-addresses=192.168.0.0/27 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=none priority=1 queue=default/default
limit-at=0/64000 max-limit=0/192000 total-queue=default disabled=no
add name=�01? target-addresses=192.168.0.1/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�02? target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�03? target-addresses=192.168.0.3/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�04? target-addresses=192.168.0.4/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�10? target-addresses=192.168.0.25/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�05? target-addresses=192.168.0.5/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�06? target-addresses=192.168.0.6/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�07? target-addresses=192.168.0.7/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�08? target-addresses=192.168.0.8/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�09? target-addresses=192.168.0.9/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�10? target-addresses=192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�11? target-addresses=192.168.0.11/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�12? target-addresses=192.168.0.12/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�13? target-addresses=192.168.0.13/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�14? target-addresses=192.168.0.14/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=�15? target-addresses=192.168.0.15/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
Perintah diatas karena dalam bentuk command line, bisa juga di copy paste, selanjutnya di paste saja ke consol mikrotiknya. ingat lihat dulu path atau direktory aktif. Silahkan dipaste saja, kalau posisi direktorynya di Root.
Terminal vt102 detected, using multiline input mode
[admin@mikrotik] >
Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth 256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan
mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps.
Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik ini dapat dibaca pada manualnya di http://www.mikrotik.com/testdocs/ ros/2.9/root/queue.php.
Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :
/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27
action=mark-connection new-connection-mark=users-con
/ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet
new-packet-mark=users chain=forward
Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini. Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati
interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.
Tipe PCQ kedua, dinamakan pcq-upload, untuk mengatur semua trafik upstream yang berasal dari alamat asal/source address. Trafik ini melewati interface public. Sehingga semua traffik upload/upstream yang berasal dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.
Perintah:
/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address
Setelah aturan untuk PCQ dan Mangle ditambahkan, sekarang untuk aturan pembagian trafiknya. Queue yang dipakai adalah Queue Tree, Yaitu:
/queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users
/queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users
Perintah diatas mengasumsikan, kalau bandwidth yang diterima dari provider Internet berflukstuasi atau berubah-rubah. Jika kita yakin bahwa bandwidth yang diterima, misalkan dapat 256kbs downstream, dan 256kbps upstream, maka ada lagi aturannya, seperti :
Untuk trafik downstreamnya :
/queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k
/queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users
Dan trafik upstreamnya :
/queue tree add name=Upload parent=Public max-limit=256k
/queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users
Monitor MRTG via Web
Fasilitas ini diperlukan untuk monitoring trafik dalam bentuk grafik, dapat dilihat dengan menggunakan browser. MRTG (The Multi Router Traffic Grapher) telah dibuild sedemikian rupa, sehingga memudahkan kita memakainya. Telah tersedia dipaket dasarnya.
Contoh konfigurasinya
/ tool graphing
set store-every=5min
/ tool graphing interface
add interface=all allow-address=0.0.0.0/0 store-on-disk=yes disabled=no
Perintah diatas akan menampilkan grafik dari trafik yang melewati interface jaringan baik berupa Interface Public dan Interface Local, yang dirender setiap 5 menit sekali. Juga dapat diatur Alamat apa saja yang dapat mengakses MRTG ini, pada parameter allow-address.
Semoga Bermanfaat
Thanks: http://pribadiganda.blog.widyatama.ac.id
Sunday, September 9, 2012
Setting Anti Netcute Dengan Mikrotik
Sedikit share tentang blok netcut di mikrotik dengan menggunakan rule berikut ini, sobat tinggal copas script dibawah ini di new terminal winbox. Sebaiknya copas dulu di notepad untuk menyesuaikannya dengan settingan di mikrotik sobat....
berikut scriptnya:
/ip firewall filterThanks:forummikrotik.com
add action=accept chain=input comment="ANTI NETCUT" disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=61.213.183.1-61.213.183.254
add action=accept chain=input disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=67.195.134.1-67.195.134.254
add action=accept chain=input disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=68.142.233.1-68.142.233.254
add action=accept chain=input disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=68.180.217.1-68.180.217.254
add action=accept chain=input disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=203.84.204.1-203.84.204.254
add action=accept chain=input disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=69.63.176.1-69.63.176.254
add action=accept chain=input disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=69.63.181.1-69.63.181.254
add action=accept chain=input disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=63.245.209.1-63.245.209.254
add action=accept chain=input disabled=no dst-port=0-65535 protocol=tcp src-address=63.245.213.1-63.245.213.254
Saturday, August 4, 2012
Sentralisasi Otentikasi untuk pengguna Hotspot
Generally we are using external Radius servers for user authentication as MikroTik is not Radius server. But here in this example we use the MikroTik User Manager which works as a Radius server and does authentication and control of your Hotspot users.
Requirements
Central location: MikroTik OS with User Manager (suggested License is L6).
Hotspot: Mikrotik Routerboard with at least a L4 License
Network 192.168.1.0/24
R1-Hotspot Master WAN IP- <Connected to Internet>LAN IP � 192.168.1.1/24 R2-Hotspot IT Dept WAN IP � 192.168.1.2/24LAN IP � 10.10.10.1/24 R3-Hotspot Account Dept.WAN IP � 192.168.1.3/24LAN IP � 20.20.20.1/24 R4- Hotspot Purchase DeptWAN IP � 192.168.1.4/24LAN IP � 30.30.30.1/24 R5- Hotspot Sales Dept.WAN IP � 192.168.1.5/24LAN IP � 40.40.40.1/24We assume that all the setup is ready and the hotspot is configured on R2, R3, R4, and R5 with local authentication.
First, we will configure R2, R3, R4 & R5 to use MikroTik user manager as a Radius server.
/ip hotspot profileuse-radius=yes /radius addservice=hotspot address=192.168.1.1 secret=123456 This configuration will apply to all the Hotspot router.Now, we will configure R1-Hotspot Master.
/tool user-manager customer addsubscriber=mikrotik login="mikrotik" password="ashish" time-zone=+05:30permissions=owner parent=mikrotik /tool user-manager router addsubscriber=mikrotik name="R2" ip-address=192.168.1.2 shared-secret="123456" subscriber=mikrotik name="R3" ip-address=192.168.1.3 shared-secret="123456" subscriber=mikrotik name="R4" ip-address=192.168.1.4 shared-secret="123456" subscriber=mikrotik name="R5" ip-address=192.168.1.5 shared-secret="123456" and finally add the user on R1
/tool user-manager user addusername=ashish password=ashishpatel subscriber=mikrotikThe user name and password will work for all the remote hotspot router�a user can login from any department of the company with same ID and password and we can have all the user data centrally.
Now you can log into the User Manager web interface on the address http://192.168.1.1/userman and start setting up your user accounts.
Dwonload Tutorial Version Indonesia
Sumber: wiki.mikrotik
Thursday, June 21, 2012
Cara Setting Web Proxy Mikrotik Warnet
Setting warnetnya menggunakan Proxy server, yang selama ini warnetnya tanpa menggunakan Proxy server.
Asumsinya ketika client1 mengakses website A maka proses yang terjadi adalah client1 meminta/request ke web server yang mempunyai website A tersebut. Ketika client2 atau yang lain mengakses website yang sama (website A) maka proses client tersebut akan mengulang kembali proses meminta/request ke web server tersebut. Seandainya ada banyak client lain yang mengakses website yang sama (website A) maka proses yang sama akan dilakukan lagi. nah inilah yang membuat akses terasa lambat.
Disinilah peran sebuah Proxy sangat dibutuhkan untuk mempercepat akses website.
Suatu halaman website yang pernah dikunjungi oleh client akan disimpan (cache) di server proxy. Ketika ada client yang meminta/request suatu website maka client tidak langsung request ke webserver. client akan mencari website yang direquest-nya ke proxy dulu, kalo ada maka proxy akan menjawab request tersebut dan memberikannya ke client, jika website yang dicari tidak ditemukan di simpanan/Cache proxy barulah proxy server request website tersebut ke webserver dituju.
Spek PC : P3 800 Mhz, Mem 512, HD 30 Gb, 2 buah LAN Card (1 LAN onboard, 1 LAN tambahan)
OS : Mikrotik OS 2.29.XX ( crack version ) orignal recomende
ISP / WISP :
Client : 3 - 10 komputer
Konfigurasi Mikrotik :
- Setting Interface LAN card
/interface
set ether1 name=modem
set ether2 name=lan
keterangan:
ether1 diganti nama (interface) menjadi modem (koneksi dari dan ke modem)
ether2 diganti nama (interface) menjadi lan (koneksi dari dan ke jaringan LAN)
tujuannya biar mudah di ingat gak ada pengaruh ke akses-nya.
- Setting IP address
/ip address
add address=192.168.1.2/24 interface=modem
add address=192.168.10.1/24 interface=lan
keterangan :
ip address standart (umumnya) modem 192.168.1.1 jadi ip interface dari-ke modem antara 192.168.1.2-254
- Setting Gateway
/ip route
/add gateway=192.168.1.1
- Setting DNS
/ip dns
set primary-dns=202.134.1.10
set secondary-dns=203.130.196.155
set allow-remote-requests=yes
Keterangan :
DNS digunakan untuk menerjemahkan alamat IP ke domain (****.com, ****.net, dll) atau sebaliknya, ada beberapa DNS untuk speedy pilih yang latency-nya kecil dengan nge-ping agar akses ke dns-nya agak cepat dikit.
- Setting NAT
/ip firewall nat
add chain=srcnat action=masquerade out-interface=modem
keterangan :
Network Address Translation (NAT) fasilitas router untuk meneruskan paket dari ip asal dan atau ke ip tujuan dan merupakan standart internet yang mengizinkan komputer host dapat berkomunikasi dengan jaringan luar menggunakan ip address public.
- Setting web Proxy (transparent)
/ip web-proxy
set enabled=yes
set hostname=....... ( terserah )
set transparent-proxy=yes
set cache-administrator=admin@........ ( terserah )
Keterangan :
settingan web proxy yang lain menggunakan default bawaan mikrotik.
hostname=hostname dns atau ip address web proxy
cache-administrator=email admin yang bisa dihubungi ketika proxy error, yang akan ditampilkan pada browser client ketika proxy error.
- Setting redirect ke proxy
/ip firewall nat
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-port=3128
keterangan :
Redirect digunakan untuk membelokkan/memaksa koneksi port 80 (www/web) dari client ke port 3128 default-nya web proxy mikrotik, jadi semua request client yang menggunakan port 80 (www/web) akan di belokkan ke web proxy mikrotik.
- Memonitor web proxy
/ip web-proxy
monitor interval=1
keterangan :
memonitor penggunaan web proxy mikrotik dengan interval waktu 1 detik
Hasilnya : memuaskan dan bikin puas�puas�!
Untuk jaringan yang besar dan client banyak sebaiknya menggunakan Squid di linux.
Selamat Mencoba.
Jangan lupa tinggalkan pesan.....
Wednesday, June 20, 2012
Mengganti Background Login Hotspot Mikrotik
Jika anda telah sukses setting hotspot mikrotik, maka tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk otak-atik design tampilan login page hotspot. Selain untuk mempercantik tampilan merubah tampilan login page juga bertujuan untuk media promosi bagi hotspot kita.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum merubah tampilan login page adalah, backup dulu folder Hotspot bawaan mikrotik. Hal ini bertujuan untuk antisipasi jika proses edit login page mengalami kegagalan. Dan yang kedua anda harus mengaktifkan service FTP pada mikrotik, silahkan cek mikrotik anda pada menu IP- Service dan pastikan FTP pada kondisi Enable.
Langkah proses edit login page selajutnya adalah silahkan buka web browser anda(disarankan memakai IE) lalu ketikan ftp://gatewayanda sebagai contoh ftp:// 192.168.5.1. Lalu Hapus folder hotspot disana dan ganti dengan design login page anda yang mau dipasang.
Nah mudah bukan? jika anda butuh login page hotspot, sebagai gambaran saya sertakan contohnya dan silahkan mendownload pada Link Berikut Ini ==>
















